Tampilkan postingan dengan label rezeki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rezeki. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Januari 2016

Lima Hal yang Dilakukan Istri agar Rezeki Suaminya Mengalir Deras

 1. Berikanlah Beberapa Nafkah dari Suami untuk Orang-tua serta Mertua

Sekecil apa pun atau sedikit apa pun, sisihkan beberapa nafkah dari suami untuk orang-tua serta mertua. Meskipun cuma dengan membelikan beras atau kepentingan pokok yang lain, sadari bahwa aspek ini mampu menaikkan keberkahan rejeki yg didapat.

Tutup telinga rapat-rapat serta janganlah pedulikan apabila terima cibiran atau dibanding-bandingkan dengan jumlah yang didapat dari menantu lain yang semakin besar, jangan sempat jadikan hal semacam itu mengakibatkan kerusakan kemauan baik yang kita mempunyai.

Jauhi juga berpikiran seperti ini, "Jangankan untuk orang-tua, buat keluarga sendiri saja terus kurang!" atau "Orangtua serta mertua saya sudah mapan!"

Kemungkinan ada yang memikirkan demikian, namun yakinlah kalau menafkahkan beberapa rejeki buat keluarga dekat, tidak hanya bakal menaikkan barokah untuk kita namun bisa mempererat bersilahturahmi.


2. Merubah Style Hidup Boros

Masak sendiri dirumah bakal lebih menghemat cost dari pada makan di luar atau beli makanan dari luar. Karenanya istri butuh belajar memakasak untuk merubah pola hidup yang boros.

Lakukan perawatan badan di salon bakal menaikkan pengeluaran. Bila hal semacam ini dapat dikerjakan dirumah, hingga dapat menghemat pengeluaran, kenapa tak?

Bawakan bekal untuk suami agar tak perlu makan siang diluar kantor, juga untuk anak agar tak jajan asal-asalan.

Jalan-jalan ke mal setiap minggu bisa diganti dengan ke tempat lain yang lebih irit serta tak keluarkan banyak cost, seperti ke taman, alun-alun kota serta obyek wisata gratis yang lain.

Semoga ikhtiar berhemat serta merubah pola hidup ini dapat menaikkan keberkahan rejeki keluarga.


3. Selalu Mengingatkan Suami untuk Memberi Nafkah Keluarga dengan Rejeki Halal

Keharusan istri yang lain yaitu senantiasa mendoakan serta mengatkan suami selalu untuk menafkahi istri serta anaknya dengan rejeki yang halal.

Elemen ini sekian mutlak mengingat beberapa istri yang merongrong suami dengan adanya banyak tuntutan serta bikin suami meniti jalan tak baik dalam mencari nafkah.


4. Lakukan Beribadah Bersama

Beribadah serta ketakwaan yang kita kerjakan sangatlah erat hubungan dengan keberkahan rejeki keluarga.

Terkecuali lakukan shalat berjamaah sehari-harinya, cobalah rencanakan demikian banyak beribadah yang dapat dikerjakan berbarengan dengan keluarga.

Dari mulai puasa sunnah Senin serta Kamis, salat tengah malam, membaca Al Quran serta yang lain.


5. Jauhi Pertikaian dalam Rumah Tangga

Pertikaian cuma bakal menyulut kebencian serta menyingkirkan keberkahan rumah tangga.

Sebagai istri perlu jadi air pendingin jika suami dalam situasi stres, bukanlah jadi menyulut pertikaian yang semakin besar.

Subhanallah... Semoga tulisan ini bisa bermanfaat serta dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari supaya bikin pendapatan suami lebih barokah, melimpah serta mengalir deras. Aamiin

Sumber:
http://sepercikhikmah.blogspot.co.id/2016/01/wahai-istri-lakukan-5-hal-ini-agar.html (diakses hari Minggu, 31 Januari 2016, 12:26 WIB)

Senin, 24 Agustus 2015

Sifat Wanita Muslimah yang Mendatangkan Rezeki Suami

9 Sifat Wanita Muslimah yang Mendatangkan Rezeki Untuk Suami

# 1. Wanita yang taat pada Allah dan rasul-Nya.

Ada empat faktor yang menjadi pertimbangan sebelum menikahi seorang wanita, yaitu karena (1) kecantikannya, (2) keturunannya, (3) hartanya dan (4) agamanya. Kita diperintahkan untuk memilih wanita karena faktor agamanya, beruntung sekali jika bisa mendapatkan keempatnya.

Wanita yang taat pada Allah dan Rasul-Nya akan membawa rumah tangga menuju surga, menuju ketentraman. Rumah tangga yang tentram, nyaman, bahagia adalah rezeki yang sangat berharga. Rumah tangga yang dinahkodai suami yang saleh didampingi istri yang salehah akan menjadikan rumah tangga itu berkah, menghasilkan anak-anak yang saleh / salehah, mendapatkan ridha dan rahmat Allah.

# 2. Wanita yang taat pada suaminya.

Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan menyuruh seorang isteri untuk sujud kepada suaminya (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Sepanjang perintah suami tidak bertentangan dengan agama, maka isteri wajib mentaatinya. Ketaatan seorang isteri pada suaminya akan membuat hati suami tenang dan damai dan bisa menjalankan kewajibannya mencari rezeki yang halal untuk keluarga. Akan halnya wanita yang berkarier di luar rumah bisa tetap bekerja sepanjang suaminya mengizinkan dan kewajibannya untuk menjaga diri dengan baik di tempat kerja.

“Laki-laki adalah pemimpin atas wanita karena Allah telah melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan dengan sebab sesuatu yang telah mereka (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya. Maka wanita-wanita yang saleh adalah yang taat lagi memelihara diri di belakang suaminya sebagaimana Allah telah memelihara dirinya”. (Q.S. An Nisa : 34).

# 3. Wanita yang melayani suaminya dengan baik.

Tugas utama isteri adalah menjalankan tugas rumah tangga dengan sebaik-baiknya, melayani suami dengan baik serta mendidik anak-anaknya. Isteri yang baik berusaha melayani suaminya dengan baik seperti menyiapkan makanannya, menyiapkan keperluannya, memenuhi kebutuhan biologisnya, menjaga perasaan suaminya jangan sampai suaminya terluka karena sikapnya. Wanita yang demikian akan menjadi kesayangan suaminya dan bisa menjadi partner yang baik dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah dan menarik hal-hal positif dalam rumah tangganya, termasuk rezeki bagi suaminya.

# 4. Wanita yang berhias hanya untuk suaminya.

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salehah” (H.R. Muslim).

Adalah sifat wanita yang suka bersolek dan berhias, tapi wanita yang saleh hanya berhias dan menampakkan perhiasan untuk suaminya. Wanita yang jika dipandang suaminya selalu menyenangkan dan tahu bagaimana menyenangkan suaminya. Wanita yang bahkan malaikat pun mendo’akannya akan memudahkan rezeki datang padanya.

# 5. Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami

Saat suami keluar mencari nafkah, isteri yang ditinggalkan di rumah harus menjaga kehormatannya, menjaga dirinya dari tamu yang tidak pantas, membatasi keluar rumah jika tidak terlalu penting. Harta suami yang dititipkan padanya dipergunakan pada hal-hal yang bermanfaat dengan seizin suaminya. Wanita seperti ini memudahkan rezeki masuk ke dalam rumahnya sebagai upah dari ketaatannya kepada Allah dan kesetiaan pada suaminya.

# 6. Wanita yang senantiasa meminta ridha suami atasnya

Wanita ini tahu bagaimana menyenangkan hati suaminya. Menjaga sikap dan perilaku agar tidak menyinggung dan melukai perasaan suaminya. Dia selalu berusaha agar suaminya tidak marah padanya. Dia tidak akan pergi tidur dalam keadaan marah atau meninggalkan suaminya dalam keadaan marah sampai memperoleh maafnya. Mengajak suaminya bercanda untuk menceriakan perkawinannya. Berusaha mendidik anak-anaknya dengan baik. Menjaga rahasia perkawinan dari orang lain.

”Maukah kalian kuberitahu isteri-isteri yang menjadi penghuni surga yaitu isteri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya, dimana jika suaminya marah dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata ” Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha” (H.R.An Nasai).

Isteri seperti ini adalah isteri yang dimudahkan rezekinya melalui tangan suaminya karena amalan dan kesetiaan pada suaminya,

# 7. Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas

Wanita yang tidak pernah mengeluh berapapun rezeki yang dibawa pulang suaminya. Selalu ikhlas menerima dan menghargai apapun yang diberikan suami kepadanya. Banyak disyukuri sedikit pun diterima dengan ikhlas. Wanita seperti ini adalah wanita yang mensyukuri rezekinya. Allah sudah menjanjikan bahwa jika kita bersyukur Dia akan menambah rezeki kita. Wanita yang bersyukur dan ikhlas rezekinya senantiasa bertambah baik kuantitas maupun keberkahannya yang akan diberi Allah langsung padanya ataupun melalui suaminya.

# 8. Wanita yang bisa menjadi partner meraih ridha Allah.

Wanita yang menjadikan rumah tangganya sebagai ibadah, pengabdiannya kepada Allah. Bisa menjadi teman diskusi yang berimbang bagi suami. Bisa melakukan koreksi dan menyampaikan dengan lembut kepada suaminya. Mendengarkan nasihat dan kata-kata suaminya dengan penuh perhatian. Sebelum melaksanakan ibadah sunnah seperti puasa sunnah meminta izin kepada suaminya dan tidak melaksanakan jika tidak diizinkan. Bisa menjadi pendorong dan motivator suami untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Itulah mengapa ada kalimat ” dibalik pria yang sukses ada wanita hebat di belakangnya”. Karena wanita seperti ini adalah rezeki utama suaminya.

# 9. Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya.

Wanita yang bersyukur adalah wanita yang menerima semua kehendak /takdir Allah padanya tapi tetap berusaha melakukan yang terbaik termasuk dengan mendoakan suami dan anak-anaknya agar sukses dunia akhirat. Wanita ini tidak pernah putus do’a, tapi menjadikannya sebagai rutinitas harian, penghias bibir setelah shalat. Wanita ini tahu bahwa rezeki suaminya akan ditambah dan diberkahi jika dirinya senantiasa melibatkan Allah pada langkah suaminya melalui doa-doa yang dipanjatkannya setiap hari.

Dan betapa beruntungnya seorang laki-laki jika bisa mendapatkan isteri dengan ciri-ciri seperti di atas. Jika pun isteri ternyata belum memiliki ciri-ciri seperti di atas adalah tugas suami untuk mendidik isterinya, karena isteri adalah tanggung jawab suaminya dan dia akan ditanya di akhirat tentang hal itu. Wallahu alam.

Sumber:
https://plus.google.com/u/0/+AnjuAthiyahZainiAza/posts