Rabu, 24 Desember 2014

Berapa Lama Suami Boleh Bepergian Meninggalkan Istrinya?

Assalamu’alaikum…
Wahai Syaikh, berapa lamakah seorang suami boleh bepergian meninggalkan istrinya? Misalnya ia pergi ke luar negeri untuk bekerja? Memang sebagai istri kita suka suami sukses dan mendapatkan ekonomi yang lebih baik untuk masa depan keluarga, namun istri juga butuh nafkah batin…

JAWABAN

Wa’alaikum salam warahmatullah
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى النَّبِيِّ المُصْطَفَى وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًا

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Pertanyaan ini sangat penting di zaman yang sering kali orang mengabaikan agamanya dan pada saat yang sama mengabaikan kewajiban-kewajibannya.

Hal mendasar yang perlu dipahami adalah, pernikahan bukanlah sekedar menyatukan dua insan untuk eksis dan berdaya secara finansial. Lebih dari itu, tujuan pernikahan dalam Islam adalah terealisasinya ketenangan, cinta dan kasih sayang bagi pasangan suami istri. Lebih tepatnya: sakinah, mawaddah wa rahmah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar Rum : 21)

Salah satu hal yang membuat suami istri tenang, tenteram, adalah ketika kebutuhan biologisnya terpenuhi. Hal ini tidak dapat dipenuhi selain dengan pernikahan. Karenanya, kebersamaan suami istri dalam rangka menunaikan hak dan kewajibannya, termasuk hak dan kewajiban biologis ini, menjadi niscaya. Kalaupun suami istri berpisah karena alasan tertentu, khususnya dalam rangka bekerja, harus ada waktu-waktu tertentu untuk bertemu dan menunaikan hak kewajibannya masing-masing.

Sampai berapa lamakah maksimal waktu itu? Profesor Fiqih Universitas Al Azhar Syaikh Dr Su’ad Shalih mengatakan, “Batas maksimum suami diperbolehkan berada jauh dari istrinya adalah empat bulan, atau enam bulan menurut pendapat para ulama Hanbali. Ini adalah periode maksimum seorang wanita dapat bertahan pemisahan dari suaminya.”

Syaikh Su’ad menambahkan, suatu malam ketika Khalifah Umar bin Khattab berkeliling Madinah beliau mendengar seorang wanita bersyair:

Malam ini panjang, berselimut dingin dan kegelapan;
Saya tidur sendiri tanpa teman
Demi Allah, seandainya bukan karena takut kepada-Nya
Niscaya ranjang itu sudah bergoyang

Setelah menyelidiki, Umar menemukan bahwa suami wanita tersebut telah ditugaskan di kelompok militer untuk waktu yang lama. Umar kemudian bertanya putrinya, Hafsah, janda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berapa lama seorang perempuan dapat bertahan ditinggal pergi suaminya?”
“Empat bulan,” jawab Hafshah.

Lantas Umar pun memutuskan bahwa ia tidak akan mengirim pria yang sudah menikah jauh dari istrinya untuk jangka waktu lebih dari empat bulan.

Syaikh Su’ad mengecualikan untuk istri yang merelakan suaminya pergi lebih dari empat bulan. Menurutnya, asalkan istri merelakannya dan merelakan hak tersebut, maka sah-sah saja suami pergi lebih lama dari empat bulan.

Sementara itu, Mufti Ibrahim Desai menambahkan, “Seseorang yang sudah menikah bisa tinggal jauh dari istrinya selama periode yang disepakati bersama. Namun, jika istri tidak senang suaminya lama pergi jauh darinya, maka suami harus bertemu istrinya setidaknya sekali setiap empat bulan.

Wallahu a’lam bish shawab. [onislam.net/keluargacinta.com]

Sumber:
http://keluargacinta.com/berapa-lama-suami-boleh-bepergian-meninggalkan-istrinya/

HUKUM SUAMI YANG MINUM AIR SUSU ISTRINYA

TAK ada yang tidak transparan dalam Islam, termasuk soal urusan ranjang. Sepanjang tidak terkait dengan deskripsi praktik dan detil, maka semua terbuka, dan dibolehkan untuk dibicarakan.

Satu hal yang mungkin tak akan bisa terhindarkan dalam hubungan suami istri adalah percumbuan sebelum dan ketika melakukan hubungan yang dalam Islam ini sangat suci. Bagaimana jika istri kemudian tengah berada dalam kondisi menyusui?

Dibolehkan bagi suami untuk menghisap puting istrinya. Bahkan hal ini dianjurkan, jika dalam rangka memenuhi kebutuhan biologis sang istri. Sebagaimana pihak lelaki juga menginginkan agar istrinya memenuhi kebutuhan biologis dirinya.

Adapun ketika kondisi istri tengah menyusui bayi, kemudian suami minum susu istri, para ulama ada bebarapa pendapat di sebagian kalangan.

Madzhab Hanafi berselisih pendapat. Ada yang mengatakan boleh dan ada yang me-makruh-kan.

Dalam Al-Fatawa al-Hindiyah (5/356) disebutkan, “Tentang hukum minum susu wanita, untuk laki-laki yang sudah baligh tanpa ada kebutuhan mendesak, termasuk perkara yang diperselisihkan ulama belakangan.”

Dalam Fathul Qadir (3/446) disebutkan pertanyaan dan jawaban, “Bolehkah menyusu setelah dewasa? Ada yang mengatakan tidak boleh. Karena susu termasuk bagian dari tubuh manusia, sehingga tidak boleh dimanfaatkan, kecuali jika terdapat kebutuhan yang mendesak.”

Sikap yang lebih tepat adalah suami berusaha agar tidak minum susu istri dengan sengaja, karena dua hal:

Keluar dari perselisihan ulama. Karena ada sebagian yang melarang, meskipun hanya dihukumimakruh.
Perbuatan ini menyelisihi fitrah manusia.

Suami yang pernah minum susu istrinya, tidaklah menyebabkan dirinya menjadi anak persusuan bagi istrinya.

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin mengatakan: “Menyusui orang dewasa tidak memberi dampak apapun, karena menyusui seseorang yang menyebabkan adanya hubungan persusuan adalah menyusui sebanyak lima kali atau lebih dan dilakukan di masa anak itu belum usia disapih. Adapun menyusui orang dewasa tidak memberikan dampak apapun. Oleh karena itu, andaikan ada suami yang minum susu istrinya, maka si suami ini TIDAK kemudian menjadi anak sepersusuannya,” (Fatawa Islamiyah, 3/338). Wallohu alam bi shawwab.

Sumber:
http://www.muslimahcorner.com/2014/12/hukum-suami-yang-minum-air-susu-istrinya/

Kamis, 13 November 2014

CATATAN UNTUK SEORANG ISTRI

CATATAN UNTUK SEORANG ISTRI

Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan kamu belum tentu mencintainya seumur hidupmu. Justru sering kali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah-ibunya hingga dia beranjak dewasa. Tetapi sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad untuk menanggung nafkah seorang istri, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan tali pernikahan tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

Suami rela menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan dan merawat anak-anakmu serta dirimu sebelum dia mampu membalas untuk merawat ayah-ibunya yang telah mengurus suamimu sejak kecil tanpa pamrih.

Padahal dia tahu, di sisi ALLAH, engkau lebih harus dihormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripada dirinya sendiri di sisi Alloh.

Bahkan ketika sudah mati, suami pun masih harus bertanggung jawab atas dirimu dan anak-anakmu. Apakah dia sudah memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangganya?

Sangat besar pengorbanan suami, begitu banyak waktu yang diluangkan untukmu. Oleh sebab itu, berilah dia kesempatan untuk berbakti dan membalas jasa kepada orangtuanya. Karena sesungguhnya dia sedang mengajarkan kepada anak-anakmu agar tetap berbakti dan sayang serta tetap dekat denganmu meski sudah berumah tangga.

Terjadinya konflik antara mertua dan menantu sering kali disebabkan sang mertua merasa anak laki-lakinya seperti orang asing, tidak perhatian dan tidak sayang lagi setelah menikah. Dan itu semua gara-gara kamu.

Nasihat almarhumah Ibu Hj. Ummi Kultsum Mahrus Aly kepada putri-putrinya:

"JANGAN KAU JAUHKAN SUAMIMU DARI IBU DAN SAUDARA-SAUDARANYA".


Semoga bermanfaat untuk kita semua...aamiin

Rabu, 12 November 2014

Waktu Terbaik untuk Bercinta

Waktu Terbaik Untuk Bercinta

Jika hubungan sudah sah tentu anda bebas bercinta kapanpun anda mau. Tetapi tubuh tidak terus menerus memproduksi hormon seks, ada waktu-waktu tertentu dimana hormon testosteron pria diproduksi lebih banyak dari biasanya dan ada waktu-waktu tertentu dimana kadar hormon melatonin pada wanita sangat tinggi menyebabkan gairah untuk bercinta sangat rendah.

Waktu terbaik untuk bercinta adalah jam 8 malam.
Sebuah penelitian dilakukan oleh situs HowAboutWe untuk mencari tahu kapankah waktu terbaik untuk bercinta, waktu dimana jam-jam biologis pria dan wanita sama dan siap untuk bercinta. Berikut ini hasilnya:

Jam 06.00-08.00 pagi
Pada saat bangun tidur wanita pada umumnya tidak siap untuk bercinta. Hal ini disebabkan tingginya kadar melatonin dan rendahnya suhu tubuh. Selain itu secara emosional wanita umumnya tidak percaya diri berhubungan seks ketika penampilannya tidak maksimal. Hal yang sebaliknya terjadi pada pria. Pada pagi hari ketika bangun tidur pria berada di puncak gairahnya, hal ini disebabkan karena tingginya produksi hormon testosteron pada pagi hari. Kesimpulannya, pada jam 06.00 sampai jam 08.00 pagi adalah waktu yang ideal bagi pria untuk berhubungan seks dan tidak bagi wanita.

Jam 08.00-10.00 pagi
Pada jam ini wanita sepenuhnya siap bercinta. Selama waktu ini, produksi hormon endorfin wanita mencapai level tertinggi dan membuatnya sangat bersemangat dan bergairah. Sementara itu, level testosteron pria yang telah mencapai puncaknya di pagi hari jam 06.00 telah kembali ke level normal. Kesimpulannya, selama rentang waktu jam 08.00 sampai jam 10.00 pagi, wanita siap bercinta tapi pria tidak.

Jam 12.00 – 02.00 siang
Wanita berada di waktu tersibuknya pada jam ini, mulai dari pekerjaan kantor atau urusan rumah tangga yang dapat mengalihkan pikiran mereka dari seks. Sementara pria lebih bisa, jika memungkinkan meluangkan sedikit waktu untuk bercinta. Kesimpulannya, wanita tidak bisa diganggu pada jam ini sementara pria lebih toleran.

Jam 02.00-04.00 siang
Waktu ini adalah saat terbaik baik sistem reproduksi wanita. Sementara itu semen atau sperma yang diproduksi pria pada sekitar jam 4 sore memiliki kualitas terbaik. Dokter biasanya menyarankan pasien yang menginginkan kehamilan untuk berhubungan seks pada jam 4 sore.

Jam 04.00-08.00 sore
Waktu ini adalah waktu untuk beristirahat. Pada umumnya pasangan suami istri enggan bercinta pada jam-jam ini karena ingin santai dari kesibukan kantor di siang hari. Biasanya gairah seks yang muncul pada jam-jam ini lebih bisa dihilangkan.

Jam 08.00-10.00 malam
Pada jam ini wanita sepenuhnya sangat bersemangat dan siap berhubungan seksual. Sementara pria berada dalam kondisi yang santai dan umumnya tidak keberatan untuk berhubungan. Kesimpulannya, pada jam ini pria dan wanita berada dalam kondisi yang sama dan siap melakukan hubungan intim. Periode ini adalah waktu terbaik untuk bercinta.

Jam 0.00-12.00 tengah malam
Tingkat melatonin wanita sangat rendah, pada jam ini wanita umumnya berada pada tingkat sensitifitas yang tinggi dan rentan dengan perasaan romantis. Masalahnya pada jam ini wanita tidak bersemangat atau tidak energik setelah seharian beraktifitas. Pria kemungkinan juga pada jam ini akan merasa romantis dan ingin merasakan seks yang tenang. Kesimpulannya pada jam ini adalah waktu yang pas untuk bercinta jika anda adalah penderita Restless Leg Syndrome, sebuah kondisi ketidaknyamanan saat duduk atau berbaring yang menyebabkan kesulitan tidur.

Waktu terbaik untuk bercinta pada dasarnya tergantung anda dan pasangan. Pada umumnya saat memasuki masa subur, wanita lebih bergairah untuk berhubungan seks. Demikian pula pada saat-saat tertentu pria dan wanita memiliki jam biologis yang sama, sehingga waktu tersebut tentu adalah waktu terbaik untuk bercinta.

Sumber:
https://plus.google.com/113066628918229491988/posts

Jangan Katakan Ini Saat Wanita Marah

Jangan katakan ini saat wanita marah!

Berbeda pendapat dengan pasangan adalah hal yang lumrah. Namun, jangan biarkan perselisihan itu menjadi masalah besar, yang akhirnya dapat melukai satu sama lain. Jadi, jika istri Anda marah, cobalah untuk mengerti sikapnya dan tidak melakukan beberapa hal yang justru dapat memicu amarahnya. Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya tidak dikatakan saat wanita sedang marah.

1. Jangan pernah mengatakan "Sudahlah, santai saja!"
Jika Anda mengatakan ini saat Anda sedang berselisih paham dengannya, istri Anda akan berpikir bahwa Anda secara tidak langsung mengatakan bahwa dia sedang berada di luar kendali. Dan kata-kata itu juga bisa membuatnya berpikir bahwa Anda menganggap persoalan tersebut tidak penting.

2. Bilang sayang waktu bertengkar
Anda mungkin berharap bahwa kata-kata sayang Anda akan memadamkan amarahnya. Namun, kata-kata itu justru akan berdampak sebaliknya. Anda hanya akan memperpanjang pertarungan Anda dengan istri Anda. Dia akan menganggap bahwa itu hanyalah cara Anda untuk mengalihkan perhatiannya, dan Anda hanya ingin mencoba bermain dengan emosinya.

3. Mengungkit masa lalunya
Dibanding pria, wanita memang lebih mudah mengungkit masa lalu selama pertengkaran. Namun, bukan berarti pria juga perlu melakukan hal yang sama. Anda juga tidak boleh membawa kehidupan masa lalunya saat bertengkar. Ini hanya akan membuatnya semakin marah dan perselisihan kalian tidak akan segera berakhir. Dia justru akan merasa bahwa Anda hanya mencoba untuk mempermalukan dirinya.

4. Jangan minta maaf!
Ketika Anda meminta maaf, istri Anda akan berpikir bahwa Anda telah melakukan kesalahan. Cara terbaik untuk mengakhiri pertarungan adalah dengan diam atau mengurangi argumen. Ini adalah cara terbaik untuk menenangkan seorang wanita yang sedang marah.

5. "Apa? Ulangi lagi!"
Ini adalah salah satu hal yang bisa bikin wanita tambah marah. Ini hanya akan membuatnya merasa bahwa apa yang dikatakannya tidak penting. Dan Anda sedang mencoba untuk mengalihkan perhatiannya. Cobalah untuk menjadi lebih peduli dan berusaha untuk menenangkannya.
Menenangkan seorang wanita yang sedang marah tidak susah. Pria hanya perlu mengerti apa yang diinginkan oleh wanita, dan melakukan sesuatu yang mereka sukai.

Sumber:
https://plus.google.com/u/0/113066628918229491988/posts